Read, Write, and Do Something

No Teaching without learning

Menulislah agar abadi

---

Listen, free economic make better

21/06/2025

BELAJAR DARI PERANG IRAN VS ISRAEL

 VIDEO TENTANG PERANG IRAN-ISRAEL

1. PESAN PENDUKUNG P4LESTINA

2. PESAN RAHBAR ALI KHAMENEI TENTANG PERSATUAN ISLAM


3. PERDANA MENTERI MALAYSIA: ANWAR IBRAHIM

4. Contoh Video yang susah Move on ke Akal Sehat.


5. PERJALANAN SALMAN MENCARI KEBENARAN

02/11/2024

Filsafat dan Sistem Ekonomi, Bisakah Dibandingkan?

Filsafat dan Sistem Ekonomi, Bisakah Dibandingkan?

Sangat penting untuk membedakan antara dua konsep, yaitu sistem ekonomi dan ilmu ekonomi. Sistem ekonomi, membahas cara-cara terbaik yang ditentukan oleh suatu ideologi, untuk menyediakan dan menjaga kesejahteraan nasional dan keadilan di antara orang-orang; sedangkan ilmu ekonomi, membahas hukum-hukum alam yang mengatur operasi dan transaksi ekonomi, terlepas dari keadilan.

Alkisah, bertanyalah seorang awam kepada ahli filsafat yang arif bijaksana. “Coba sebutkan kepada saya berapa jenis manusia yang terdapat dalam kehidupan ini berdasarkan pengetahuannya.” Filsuf itu menarik napas panjang dan berpantun. 

  • “Ada orang yang tahu ditahunya. 
  • Ada orang yang tahu ditidaktahunya. 
  • Ada orang yang tidak tahu ditahunya. 
  • Ada orang yang tidak tahu ditidaktahunya.” 

“Bagaimanakah caranya agar saya mendapatkan pengetahuan yang benar?” sambung orang awam itu penuh hasrat dalam ketidaktahuannya. “Mudah saja,” jawab filsuf itu. 

“Ketahuilah apa yang kau tahu dan ketahuilah apa yang kau tidak tahu.”

Jadi, pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu, dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang belum kita tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang seakan-akan tiada batas. Begitu juga berfilsafat berarti mawas diri dan mengoreksi diri, semacam keberanian untuk terus terang, seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang dicari telah kita jangkau (Suriasumantri, 1985: 19).

Jujun Suriasumantri (1985: 19) dalam bukunya Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. 

Jika hendak membandingkan sesuatu, perhatikan apakah sesuatu itu layak dibandingkan? Kerap kita mendengar orang membandingkan berbagai sistem ekonomi seperti Islam, Komunisme, Kapitalisme, Sosialisme dan pseudo ideologi lainnya.

Sebaiknya pemirsa membaca artikel lama : Soccer dan Perbandingan Ideologi



Read More: Comparison : The Democratic Capitalist System, The Democratic Socialist System., The Communist System., The Islamic System.

EVOLUSI KAPITAL



27/10/2024

Menyoal Nalar Kritis Kaum Muda

Menyoal Nalar Kritis Kaum Muda

Berikut Paparan Materi di Ma'refat Institute, serial diskusi dalam rangka menyambut hari Sumpah Pemuda ke 96 tahun 2024.
 
Infografis Lahirnya Sumpah Pemuda


24/10/2024

Pemasaran Go Digital

Pemasaran Go Digital.

Dinas UMKM dan Koperasi Kabupaten Gowa.

Kamis, 24 Oktober 2024

Pada tahun 2021 pemerintah Kab. Gowa menyebutkan bahwa kurang lebih 37 ribu UMKM. Namun masih banyak yang terkendala berbagai permasalahan seperti permodalan, SDM, teknologi produksi, promosi dan pemasaran produk UMKM. Pada 2023 Pemerintah Gowa menargetkan 15.000 UMKM terdaftar NIBnya di OSS OSS (Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik) (Link)



29/08/2024

GEN Z, Risiko Investasi atau Trading, dan Toxic

GEN Z, Risiko Investasi atau Trading, dan Toxic

Investasi adalah kegiatan menanamkan modal dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan di masa depan. 

Instrumen investasi yang tersedia, seperti peer to peer lending, saham, obligasi, reksadana, deposito, dan lain sebagainya.

Investasi adalah Ilmu tertinggi di bumi. Ia membutuhkan ilmu, matematika, ekonomi, bisnis, psikologi, politik, dan Agama (IKHLAS), dll.




13/08/2024

PENGUATAN NUMERASI

PENGUATAN NUMERASI

Sejak tahun 2000, Indonesia berpartisipasi dalam Programme for International Student Assessment (PISA), Progress International Reading Literacy Study (PIRLS), dan Trends in International Mathematics and Science Studies (TIMSS).Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menyelenggarakan tes serupa yaitu Indonesia National Assessment Program (INAP) atau Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia(AKSI). 

Di Indonesia, saat ini literasi dan numerasi merupakan komponen utama dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai pengganti Ujian Nasional. Dalam AKM, kapasitas siswa diukur terkait dengan kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), selain kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi) dan penguatan pendidikan karakter. 

Numerasi adalah kemampuan memahami dan menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar dan menganalisis informasi yang ditampilan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dan lain sebagainya) untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari.

Berikut Paparan Penguatan Numerasi di SMK 3 Sungguminas Gowa  

Workshop Penguatan Lietarasi Numerasi. Sungguminasa 14 Agustus 2024.

[Ilustrasi Gambar] Kuliah Matematika Bisnis Semester Antara. Kuliah dimulai dengan  perbincangan contoh sederhana. Produsen Jalangkote, biasanya butuh input apa saja. Singkat cerita, cerita jalangkote digunakan untuk menjelaskan Konsep Himpunan dan penerapan fungsi. 

 PANDUAN LITERASI NUMERASI DI SEKOLAH 

01/08/2024

Seni Membaca Pikiran dan Perasaan ala Orang Korea

 "NUNCHI, Seni Membaca Pikiran dan Perasaan Orang Lain", nunchi artinya 'tilikan-mata', atau seni waskita dalam menilai pikiran dan perasaan orang lain untuk menciptakan keserasian, kepercayaan, dan kedekatan. Nunchi  merupakan suatu seni untuk memahami apa yang orang-orang pikirkan dan rasakan dengan tujuan meningkatkan kualitas hubungan dalam hidup.

Sederhananya, dengan adanya nunchi,  kita dapat memperkirakan tindakan apa yang sebaiknya kita lakukan sesuai dengan kondisi yang terjadi. Sikap yang tepat pada waktu yang pas ini akan menjadikan hubungan kita dengan orang lain membaik hingga memudahkan kita dalam menjalin kerja sama.



03/06/2024

PUBLIC SPEAKING

 PUBLIC SPEAKING

26/05/2024

Mindset Digital Talent, Peluang Bisnis Digital

Mindset Digital Talent, Peluang Bisnis Digital

Materi di Sini juga

A poster of a group of people

Description automatically generated

Pengembangan Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap di era Digital untuk Peluang Bisnis Digital

18/05/2024

Inspirasi Pendidikan Moh. Hatta, Pentingnya Kesadaran Diri

 Inspirasi Pendidikan Persfektif Moh. Hatta

 



05/05/2024

WAKE UP FOR PALESTINE

Llunr - WAKE UP - Lirik dan terjemahan

ADA banyak cara untuk menjaga ingatan, menjaga konsistensi, membaca, diskusi, membuat forum, aksi bersama, dan lagu. 

Sejak eskalasi perang Gaza vs Israel meningkat beberapa tahun terakhir sejumlah relawan di seluruh dunia yang dipersatukan oleh panggilan kemanusian berkontribusi mendukung perjuangan Palestina dan Kemerdekaan Palestina, atau setidaknya penjajahan sampai Genosida di hentikan berdasarkan kemampuan, kompetensi dan keahlian masing-masing. 

Lagu diyakini sebagai salah satu yang bisa menyentuh hatu manusia untuk terlibat dan bersolidaritas.

 Llunr - WAKE UP - Lirik dan terjemahan

intro Wake up, it's a long night, darling /Bangunlah, ini malam yan panjang sayang Wake up, it's the brightest sky /Bangunlah, ini langit yang paling terang No love, it's a dark night, darling /Tidak ada cinta di malam yan gelap sayang Hold on to me for dear life /Peganglah aku seumur hidup Wake up, where, where do we go to? /Bangun, kemana? kemana kita pergi Wake up, fire, fire in your eye /Bangunkan api-api dimatamu Oh love, we will try to come and save you /Oh Cinta, kami akan mencoba untuk datang dan meyelamatkanmu It's all just a matter of time /Ini semua hanya masalah waktu Wake up, won't you listen to the people? /Bangunlah, mauka kau mendengarkan orang-orang? Wake up from the mountain of the lies /Bangunlah dari gunung kebohongan No love, you've been a pawn through every sequel /Tidak conta, kau telah menjadi pion dalam setiap sekuel Wake up, wake up, wake up, wake /Bangun, bangun, bangun Wake up, call your brother, call your mother /Bangun, panggil saudaramu, panggil ibumu Wake up under aid from the sky /Bangun di bawah bantuan dari langit Oh love, we're digging deeper in the rubble /oh Cinta, kami menggali lebih dalam di reruntuhan Hold on to my voice outside /Tahan suaraku di luar Wake up, we just lost another family /Bangun, kami baru saja kehilangan keluarga lain Wake up, 'cause we need the world to see /Bangunlah karena kita perlu dunia untuk melihat No love, they won't ever understand us /Tidak cinta, mereka tidak akanpernah mengerti kita Too bad, we're just bodies on a screen /Sayang sekali kami hanya tubuh di layar Wake up, they don't care about the people /Bangunlah, mereka tidak peduli denganornag-orang Wake up, they don't care about you too /Bangunlah, mereka jug atidak peduli denganmu Oh love, if you're walking with the people /oh CInta, jika kau berjalan bersama ornag-orang Hold on 'cause they're coming for you /Tunggu karena mereka datang untukmu Wake up, little boy, they don't want you /Bangunlah, anak kecil, mereka tidak menginginkanmu Wake up, you might threaten their plan /Bangunlah, kau mungkin mengancam rencana mereka Run, run, before they come and find you /Lari, lari oh sebelum mereka datang untuk menemukanmu Grow up 'til you're taught to fight back /Tumbuhlah sampai kau diajari untuk melawan

STAY BOYCOTT








































































































https://www.ipsc.ie/campaigns/consumer-boycott
https://www.youtube.com/watch?v=uqS3Nl3Ym4g

25/04/2024

Webinar Kalla : Dolar Melejit, Siasati Kenaikan Harga Sembako

Webinar Kalla : Dolar Melejit, Siasati Kenaikan Harga Sembako.

Mengapa harga dan kenaikan harga komoditas perlu direspon dengan baik dan bijaksana? Siapa yang harus mengendalikan gejolak harga? Bagaimana bauran strategi merespon kenaikan harga?

Ikuti Webinar Kalla Toyota, 25 April 2024.

02/03/2024

Smart City, Fokus Teknologi atau Warga?

SMART CITY, Fokus Teknologi atau Warga? 

(Catatan HUT ke- 416 Kota Makassar) 

Syamsu Alam (Ketua Prodi Bisnis Digital FEB UNM) 

Atraktif, media mengabarkan ribuan warga menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-416 Kota Makassar, pada 2 November 2023, di kawasan Central Point of Indonesia. Karnaval budaya yang dikemas seperti festival Awa Odori di Jepang yang berusia 400 tahun. Dimana setiap remaja akan menampilkan satu gerakan secara berulang sepanjang rute karnaval. 

Dalam momentum perayaan ini turut diwarnai dengan aksi solidaritas masyarakat Kota Makassar untuk Palestina. Pemerintah Kota Makassar juga akan melakukan pengumpulan dana untuk warga Palestina melalui masjid-masjid yang ada di Makassar. Suasana haru dari panjang puisi dan doa-doa yang disampaikan Danny untuk warga Palestina selanjutnya disambung dengan penampilan dari anak-anak disabilitas menyanyikan lagu 'Atuna Tufuli'. Lagu dengan arti 'beri kami masa kecil itu' menggambarkan curahan bagaimana anak-anak Palestina yang terbelenggu akibat penjajahan. 

Pappasang ‘Kota Dunia’ 

Hari jadi Kota Makassar, tanggal 9 November 1607. Nama Makassar berasal dari sebuah kata dalam bahasa Makassar "Mangkasarak" yang berarti yang menampakkan diri atau ‘mewujud’, bukan bermakna kasar. Meskipun orang-orang Makassar tegas dan kokoh dengan pendiriannya. Pada Logo Kota Makassar, “Sekali Layar Terkembang, Pantang Biduk Surut Ke Pantai,” menunjukkan semangat kepribadian yang pantang mundur. 

Jika melacak sejarah Makassar, ditemukan bahwa sedari dulu warga asing (khususnya Eropa) memiliki koneksi intens dengan warga Makassar. Salah satu buktinya yang diabadikan adalah patung teropong di Pantai Losari. Patung itu hendak mengisahkan bagaimana Karaeng Pattingalloang bertukar benda dan pengetahuan dengan Galileo Galilei. 

‘Bangsa Makassar’ adalah orang-orang pemberani sekaligus ramah, tegas, konsisten, dan dapat dipercaya. Karakter ini yang mendunia, selain daya tarik alam dan rempah-rempah yang menyebabkan banyak warga asing berkunjung ke Makassar di masa lampau. 

‘Pappasang’ dapat diartikan sebagai pesan, nasihat, wasiat para leluhur kepada generasi muda termasuk generasi berikutnya yang berisi petunjuk, amanat, dan menyampaikan ajakan moral dan nilai-nilai yang harus dilaksanakan agar dapat mejalin hidup dengan baik. Setidaknya ada 5 nilai utama dalam Pappasang. Yaitu, Kejujuran, Kepemimpinan, Sirik na pace (Kehormatan), Persatuan dan gotong royong, Usaha dan Kerja Keras. 

Di era digital saat ini, pesan-pesan di atas masih relevan meski mulai langka. Misalnya teknologi terkini blockchain dianggap sebagai ‘The Trust Machine”, Trust adalah pondasi dasar dan utama kesuksesan teknologi berkembang dengan pesat. Bagaimana para programmer membangun ‘kepercayaan dan kejujuran’ dalam membangun suatu aplikasi. Singkatnya, ada banyak Pappasang yang telah terbukti mendunia sejak dulu yang mewujud dalam rupa dan tingkah laku raja dan warganya. Bukan sekadar artefak dan slogan ‘kota dunia’ namun miskin dengan nilai-nilai budaya luhur. 

‘Bahaya’ Transformasi Digital 

Jika kita membaca dengan seksama masterplan Sombere Smart City kota Makassar dari Buku I sampai Buku 3 nampak revisi dan perbaikan Enam dimensi. 1. Smart governance, untuk mengoptimalkan pelayanan publik. 2. Smart branding, meningkatkan kesadaran terhadap karakter kota, terutama pariwisata. 3. Smart economy, membangun ekosistem dan mendorong cashless society. 4. Smart living, kehidupan yang nyaman dan meningkatkan Kesehatan. 5. Smart society, masyarakat yang interaktif dan humanis. 6. Smart environment, mengurangi dan memanfaatkan sampah serta menciptakan sumber energi yang lebih baik. 

Capaian Indeks SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) Kota Makasasar masih pada kategori cukup. Termasuk yang terendah dari semua kota di Sulawesi Selatan. Namun berdasarkan survei Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) komimfo 2022 IMDI merupakan suatu pengukuran tingkat kompetensi dan keterampilan masyarakat dalam penggunaan teknologi digital pada kehidupan sehari-hari maupun terkait pekerjaannya. IMDI Kota Makassar tertinggi dengan poin sebesar 43.44. 

Artinya, indeks warga kota lebih tinggi dan relatif maju dibanding kemampuan pemerintah kota menyediakan layanan pada warga dengan SPBE. Kota Makassar termasuk kota yang agresif dalam membangun ratusan aplikasi. Aplikasi tersebut rata-rata berbasis web. Namun jika ditelurui lebih jauh, tidak semua aplikasi dapat berfungsi dengan baik sebagaimana harapan dalam Smart City yang dapat mengefektifkan pelayanan. 

Salah satu aplikasi yang bermanfaat bagi wisatawan adalah explore.makassar.go.id, bermanfaat untuk wisatawan yang ingin menikmati kuliner dan spot Kota yang menarik. Namun Aplikasi Layanan kesehatan dan pendidikan masih perlu ditingkatkan efektifitas layanannya. Aplikasi di bidang kesehatan seperti Sehattami, simRSUD, Dottoro’ta dapat lebih ditingkatkan efektifitas dan kualiasnya. Bahkan database dari ketiga apliaksi tersebut bisa digunakan untuk peningkatan program yang lebih tepat sasaran, tentu dengan memanfaatkan jasa Data Analyst. 

Smart City sebagai implementasi transformasi digital ibarat pisau bersisi dua. Bersisi baik jika adopsi teknologi dimanfaatkan untuk melayani dan menunjang pekerjaan pemerintah dan warga secara efektif. Bersisi ‘negatif’ karena digitalisasi dapat menghilangkan sejumlah program OPD dan implikasinya adalah serapan anggaran, namun bisa menjadi tantangan agar lebih kreatif membuat program. 

Sebelum transformasi digital, perlu digitisasi dan digitalisasi. Sudah berapa persen data yang terdigitisasi? Berapa data Statistik, keuangan, dan spasial yang telah terintegrasi, Apakah cukup dengan data berbasis web?. Pertanyaan ini patut direnungkan bagi pengusung Smart City. Itulah mengapa McKinsey menyebut, “Transformations are hard, and digital ones are harder.” Dan tentu tidak bisa diselesaikan dalam 1 periode pemerintahan Walikota. 

Inisiasi Kota yang berbasis Warga 

Melibatkan generasi Z dan milenial dalam perayaan budaya sangatlah penting dalam mempersiapkan generasi masa depan. Hal itu dilakukan agar tetap menjaga dan melestarikan warisan budaya Makassar yang hidup di era serba teknologi. 

Peserta festival ini berkarnaval dan bergerak diiringi lagu Makassar untuk Dunia. Mereka menunjukkan kekompakan dengan mengenakan baju tradisional Makassar, menari tarian khas Makassar dan memamerkan kostum karnaval dengan ikon-ikon khas Makassar. Pelibatan disabilitas juga patut diapresiasi. Namun pelibatan warga dalam Smart City jauh lebih dari sekadar pelibatan dalam perayaan. Warga kota kerap lebih melihat tauladan dan praktik. Smart City yang sukses di luar negeri ditandai dengan pelibatan warga kota secara aktif, konsisten dan berkelanjutan. 

Penting menghadirkan perangkat teknologi yang dapat mendukung tercipatanya layanan yang ‘cerdas’ namun jauh lebih baik jika, warga dan pemerintahnya juga cerdas sembari mengintegrasikan nilai-nlia Pappasang di atas. Semoga !

23/12/2023

Digital MIndset

Digital Mindset

Digital mindset adalah pola pikir untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital yang tersedia. Itu artinya, seseorang yang memiliki digital mindset tidak hanya mengetahui apa saja atau cara menggunakan sebuah teknologi digital. Lebih dari itu, seseorang dengan digital mindset memahami potensi dan manfaat yang akan diperoleh dengan menggunakan teknologi tersebut untuk meningkatkan produktivitas, membantu operasional, maupun aspek-aspek lain dalam aktivitasnya.

Revolusi Industri 4.0 telah menjadi wacana publik, seiring dengan transformasi proses bisnis yang cepat ke arah ekonomi digital. Indonesia menjadi salah satu target pasar yang menjanjikan dengan populasi penduduk yang banyak. Disrupsi teknologi bukan hanya ‘memaksa’ transformasi model bisnis seperti penggunaan platform e-commerce. Melalui e-commerce, segala aktivitas transaksi jual-beli barang, promosi, dan pembayaran dilakukan dengan menggunakan elektronik yang terhubung dengan internet. 

Disrupsi teknologi digital juga berdampak pada pengelolaan pemerintahan. Pemerintah melakukan upaya menghadapi guncangan transformasi digital dengan gerakan 100 Smart City. Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melaksanakan kegiatan "Gerakan Menuju 100 Smart City" yang telah dimulai sejak tahun 2017. Kabupaten/kota yang telah menjalankan Program Smart City diharapkan dapat menjadi teladan (role model) dalam menghadapi dan mengimplementasikan transformasi digital pada instansi pemerintah dalam skala yang luas dan menjaring ke setiap daerah.

Di era disrupsi ini, para pakar Teknologi Informasi mengutarakan tiga konsep utama tentang perkembangan dunia usaha di era digital. Ketiga hal tersebut adalah digitisasi, digitalisasi, dan transformasi digital. Digititasi adalah proses perubahan dari bentuk analog ke digital, digitalisasi merujuk pada perubahan proses bisnis konvensional ke proses digital, sedangkan transformasi digital pada institusi terjadi jika ia menggunakan kemajuan teknologi membuat model bisnis baru. Tranformasi digtal pada sektor pemerintahan diaplikasikan melalui kebijakan Smart City.

When digital is done right, it’s like a caterpillar turning into a butterfly, but when done wrong, all you have is a really fast caterpillar George Westerman, MIT Sloan

Key Components of Digital Mindset

Sumber Gambar: https://www.leadershipmindsetpartners.com/digital-mindset-program

09/12/2023

KEWIRAUSAHAAN, TEKNOLOGI DIGITAL, DAN PELUANG BISNIS

Pada postingan sebelumnya Mengapa Kewitrausahaan Penting? dikemukakan data sensus ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS), baseline 2019 jumlah rasio wirausaha mencapai 3,3 persen setara 8,2 juta. Artinya, dengan target 3,95 persen di 2024, maka diperlukan 1,5 juta penduduk yang usahanya menetap hingga 2024. Penumbuhan 1,5 juta wirausaha baru, tentunya efektif dalam kurun waktu tiga tahun atau mulai dari 2022 hingga 2024, sehingga rata-rata target per tahunnya 500 ribu wirausaha baru. Pada Senin, 23 Mei 2022. Rasio kewirausahaan di Indonesia saat ini masih sangat rendah, yaitu 3,47% dari total penduduk Indonesia.


Pada postingan tersebut juga dikemukakan berbagai definisi ENTREPRENEURSHIP. Pada postingan kali ini akan dibahas seputar bagaimana memanfaatkan teknologi digital untuk menangkap peluang bisnis baru atau mengembangkan bisnis yang sudah ada.

BEBERAPA topik mendasar dalam wirausaha adalah MINDSET, KREATIVITAS, INOVASI.


Berikut adalah materi lengkap KEWIRAUSAHAAN, TEKNOLOGI DIGITAL, DAN PELUANG BISNIS

06/12/2023

Kapitalisme yang Tertuduh?

Kapitalisme yang Tertuduh?

Syamsu Alam *) 

Saat Pandemi ada yang meramalkan Pandemi Meruntuhkan Kapitalisme? Akhir-akhir ini, dimasa pandemi, banyak orang panik. Jika panik, tindakan biasanya tidak terukur dan cenderung irasional. Penolakan penguburan mayat (diduga Covidnya bisa menyebar) oleh warga. Opini bahwa, kita tidak akan tertular Korona karena kita suci dengan berwudhu, karena kita makan nasi kucing, dan sejumlah opini lucu tapi tak menghibur. Masifnya anggaran yang dialokasikan Pemerintah untuk mengatasi krisis Covid-19, yakni Rp 803,59 triliun.   

Program jaring pengaman sosial untuk masyarakat miskin dan rentan miskin di kota dan desa  dianggarkan senilai total Rp482,5 triliun. Jumlah ini terdiri dari Rp 372,5 triliun yang telah dialokasikan dalam APBN 2020 dan Rp 110 triliun anggaran hasil realokasi program lain. Pemerintah juga merencanakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan anggaran Rp 318,09 triliun. Dari dana itu, sekitar Rp 152,1 triliun akan disuntikkan ke badan usaha milik negara (BUMN) melalui penyertaan modal negara. Webinar atau web seminar bisa menjadi berkah atau petaka.    


Seminar yang dilakukan oleh melalui situs web atau aplikasi berbasis internet. Berkah bagi provider dan penyedia layanan, petaka bagi yang papa kuota. Ia menjadi media alternatif yang tiba-tiba massif, hingga pendiri aplikasinya tertentu dikabarkan menjadi kaya raya karena pandemi Korona.

Dua Sisi

Setiap hal selalu membawa dua sisi. Untung atau buntung. Maraknya publikasi dari para pegiat kajian sosialisme dan marxisme yang mengatakan bahwa Kapitalisme akan runtuh karena Pandemi Korona. Zlavoj Zizek salah satunya yang paling lincah dan pede mempublikasi gagasannya dalam Panic Pandemi. Beliau secara mengemukakan bahwa kehidupan pasca Korona adalah Komunisme atau barbarisme.


Pengikut sayap kiri dalam dan luar negeri pun seolah bangkit menyokong ide keruntuhan kapitalisme karena Pandemi. Mereka memberi mahkota pada komunisme atau memberi karpet merah pada sosialisme. Benarkah Kapitalisme bisa runtuh semudah itu? Atau jangan-jangan Kapitalisme memang belum pernah eksis?


Kapitalisme sebagaimana komunisme paling banyak diartikan secara serampangan. Kapitalisme yang bertumpu di atas pondasi Individualisme, semangat kompetisi, dan kebebasan. Atau ia adalah ideologi yang konsen terwujudnya Laissez Faire yang origin. Jadi jika kita masih menemukan Bank Sentral yang jumawa mengatur pasar uang atau peredaran uang dan tidak transparan. Negara masih monopoli usaha dengan peraturan yang tidak adil dan kompetitif dalam dunia usaha, karena memberikan hak istimewa pada BUMN (state own enterprises), is not capitalism.


Apalagi sampai  melabeli suatu negara sebbagai Negara Kapitalis. Ini seperti berhasrat menyatukan air dan minyak. Kapitalisme menghendaki peran negara seminimal mungkin, seperti pada bidang barang publik, eksternalitas, termasuk peran dalam mengatasi Pandemi Korona. Lalu, apakah karena peran negara yang dominan dalam menangani Pandemi. Menurunnya produksi karena pabrik yang tidak beroperasi, dengan mudah diklaim sebagi runtuhnya Kapitalisme. Lagian, kapankah Kapitalisme pernah eksis dan berjaya?


Tuduhan resesi 1930-an, krisis 2008 akan dialamatkan pada kegagalan Kapitalisme sebagai mazhab pro pasar bebas. Von Mises dan pengikutnya sebagai pembela kaum kapitalis justeru mengemukakan bahwa krisis yang terjadi karena ulah pemerintah yang terlalu mengintervensi pasar dan pelaku ekonomi yang tidak rasional dan kurang sabar. Bagaimana mungkin Kapitalisme bisa tegak dalam kontrol pemerintahan global (seperti World Bank dan IMF), dan pemerintahan domestik (Nasional) yang alih-alih mewujudkan pasar yang efisien, mereka malah kerap menyebabkan pasar tidak berjalan dengan efisien.

Titik Temu

Zizek mendefinisikan Kapitalisme yang juga senada dengan oleh Von Mises.

If there ever was a system which enchanted its subjects with dreams (of freedom, of how your success depends on yourself, of luck around the corner, of unconstrained pleasures), it is capitalism. _Slavoj Žižek dalam it's the Political Economy, Stupid!" (2009).

Jika pernah ada sebuah sistem yang memikat rakyatnya dengan mimpi-mimpi (tentang kebebasan, tentang bagaimana kesuksesanmu bergantung pada dirimu sendiri, tentang keberuntungan yang menanti, tentang kesenangan yang tak terbatas), maka itu adalah kapitalisme. _Slavoj Žižek dalam "It's the Political Economy, Stupid!" (2009). 

Kapitalisme adalah spirit sederhana, kebebasan individu, kebebasan memilih, kompetisi, dan kepentingan diri. Kapitalisme adalah penemuan diri sebagai subjek yang memahami segala tindakannya yang rasional. Dalam tindakan rasional, ada dasar, cara, dan tujuan yang koheren dan konsisten. 


Pandemi ini justru meneguhkan perang seteru abadi antara kebebasan individu versus kontrol total pada setiap individu oleh Government. Kebebasan untuk tidak menyakiti atau mengganggu kebebasan individu yang lain (atau individu tidak menjadi penyebar virus pada yang lain). Anda berdiri pada posisi yang mana? Waspadalah, pada yang merekomendasikan kalau pandemi adalah kebangkitan sosialisme atau komunisme. Boleh jadi, itu adalah propaganda menuju perbudakan. 


Jadi pada titik dimana Kapitalisme bisa berdamai dengan pemerintah (global dan domestik). Sangat sederhana, yaitu pemerintahan yang bisa dipercaya, dan mengekapose fraud. Mungkin suatu saat, kita lebih membutuhkan konsensus dan menjunjung tinggi konsensus tersebut, daripada hidup di bawah rezim pemerintahan yang tidak bisa dipercaya dan penuh spekulasi.


======NOTE=====


The scholarly literature refers variously to agrarian capitalism, industrial capitalism, financial capitalism, monopoly capitalism, state capitalism, crony capitalism, and even creative capitalism. 


Whatever the specific variety of capitalism denoted by these phrases, however, the connotation is nearly always negative. This is because the word “capitalism” was invented and then deployed by the critics of capitalists during the first global economy that clearly arose after 1848 and the spread of  capitalism worldwide up to 1914.


In trying to define capitalism, one faces an “embarrassment of riches” because there are so many definitions. Grassby (1999, p. 1)2 refers to Richard Passow who reports that 111 definitions of capitalism existed as early as 1918 .Four elements, however, are common in each variant of capitalism, what- ever the specific emphasis:


  1. Private property rights;

  2. Contracts enforceable by third parties;

  3. Markets with responsive prices; and

  4. Supportive governments. 


“capitalism” must also be considered as a system within which markets operate effectively to create price signals that can be observed and responded to effectively by everyone concerned – consumers, producers, and regulators.


The effectiveness of the market-driven capitalist system depends upon the incentives its institutions create for all concerned, as well as the openness it provides to enable participants in the system to respond to incentives. Douglass C. North defines institutions as: the rules of the game of a society and in consequence [they] provide the framework of incentives that shape economic, political, and social organizations. Institutions are composed of formal rules (laws, constitutions, rules), informal constraints (conventions, codes of conduct, norms of behavior), and the effectiveness of their enforcement. Enforcement is carried out by third parties (law enforcement, social ostracism), by second parties (retaliation), or by the first party (self-imposed codes of conduct). Institutions affect economic performance by determining, together with the technology employed, the transaction and transformation (production) costs that make up the total costs of production. (North 1997: 6)  Capitalism, therefore, can be defined usefully as a complex and adaptive economic system operating within broader social, political, and cultural systems that are essentially supportive. 


Kapitalisme sesungguhnya bukanlah sebuah “sistem”; dia lawan dari segala rencana yang digagas dari atas. Kapitalisme adalah kebebasan bagi individu-individu yang normal untuk membuat keputusan dan menentukan pilihan mereka sendiri. Dimanapun dan bilamanapun orang-orang miskin memiliki hak untuk memiliki, bekerja, berniaga, mengakses modal, dan memulai usaha, mereka akan mampu menciptakan kekayaan dan peluang-peluang yang fantastis.


Menurut Rosa, peradaban Yunani kuno juga bermula dari komunitas-komunitas komunistik semacam itu dan berakhir dengan perbudakan. Perbedaan antara formasi sosial perbudakan Yunani kuno dan feodalisme Abad Pertengahan Eropa terletak pada fakta bahwa perkembangan yang pertama berjalan ke “jalan buntu, sementara Abad Pertengahan menjadi landasan dan titik beragkat bagi perkembangan kapitalis”

INPUT - PROSES - TUJUAN (OUTPUT, OUTCOME IMPACT)

  • Manusia (individu/kolektif) : indera, akal, qalbu
  • Proses (humanis/mesin/non humanis) : Pasar or Govt, pasar+govt
  • Tujuan Jangka Pendek/panjang/akhirat. Kesejahteraan/kebahagiaan

Kapitalisme, bad or good?

Tujuan pendidikan yaitu untuk menumbuhkan pola kepribadian manusia yang  bulat melalui latihan kejiwaan, kecerdasan otak, penalaran, perasaan dan indra.  Pendidikan ini harus melayani pertumbuhan manusia dalam semua aspeknya, baik  aspek spiritual, intelektual, imajinasi, jasmaniah, ilmiah, maupun bahasanya.

Menurut ahli sejarah perbudakan mulai ada sejak pengembangan pertanian sekitar 10.000 tahun lalu, para budak terdiri dari para penjahat atau orang-orang yang tidak dapat membayar hutang dan kelompok yang kalah perang, dan pertama kali ada perbudakan adalah di daerah Mesopotamia yaitu wilayah Sumeria, Babilonia, Asiria, Chaldea, yaitu kota –kota yang perekonomiannya dilandaskan pada pertanian. Pada masa itu orang berpendapat bahwa perbudakan merupakan keadaan alam yang wajar, yang dapat terjadi terhadap siapapun dan kapanpun. Berbagai cara ditempuh seperti menaklukan bangsa lain lalu menjadikan mereka sebagai budak, atau membeli dari para pedagang budak. Perbudakan dikenal hampir dalam semua peradaban dan masyarakat kuno, termasuk Sumeria, Mesir Kuno, Tiongkok Kuno, Imperium Akkad, Asiria, India Kuno, Yunani Kuno, Kekaisaran Romawi, Khilafah Islam, orang Ibrani di Palestina dan masyarakat-masyarakat sebelum Columbus di Amerika.
Di Mesir kuno kaum budak adalah tenaga kerja dalam pembangunan piramid, kuil dan istana Fir’aun, sedangkan di Cina kuno perbudakan terjadi karena kemiskinan. Perbudakan lainnya terjadi karena hutang, hukuman atas kejahatan, tawanan perang, penelantaran anak, dan lahirnya anak dari rahim seorang budak.

Di Yunani kuno tidak ada filosof yang me- nganjurkan untuk memerdekakan budak, mereka hanya membagi manusia ke dalam dua bagian; mereka yang terlahir merdeka dan yang terlahir untuk menjadi budak orang merdeka bekerja dengan otak, mengurus administrasi dan menempati kedudukan penting, sedangkan budak bekerja dengan badan dan mengabdi pada orang merdeka. Plato dalam bukunya ‘Republik’ mengatakan bahwa kaum budak tidak berhak atas kewarganegaraan, mereka harus tunduk serta taat kepada tuan-tuan pemilik mereka.

Aristoteles berpendapat bahwa warga negara adalah manusia merdeka. Bangsa Romawi melanjutkan tradisi Yunani dengan memperlakukan bangsa yang kalah perang sebagai bangsa yang inferior dan sang pemenang dapat melakukan apa saja terhadap mereka, termasuk mengirim ke arena Gladiator sebagai hiburan. Para pedagang budak selalu mengikuti gerakan pasukan Rowawi, bukan untuk berperang melainkan untuk membeli tawanan perang.

Baca Artikel lainnya yang relevan dengan Kapitalisme dan pendidikan yang ada di Alamyin.com
Referensi Bacaan

  1. Membela Kapitalisme link

  2. Membela Kebebasan_Percakapan tentang Demokrasi Liberal

  3. Transisi dari Feodalisme ke Kapitalism, Rosa Luxemburg.

  4. Tor Advanced Training 2008

  5. Metamorfosis Kapitalisme

  6. Berhala Globalisme

  7. NEOLIBERALISME DI INDONESIA

  8. Pendidikan Rusak rusakan

  9. Telaah Pendidikan Ki Hadjar

  10. Politik Pendidikan

  11. Sekolah itu Candu

  12. Model-model Pembelajarn di Sekolah

  13. Murtadha, Sekolah Ilahi

  14. Suplemen

Presentase Mazhab Austria