Prof. Dr. H.M. Idris Arief, M.Si (Mantan Rektor UNM/ Ketua Yayasan STIEM Bungaya)
Sekitar jam 6 pagi sabtu 22 juni 2013 menerima sms dari teman.
beritanya tidak begitu mengasikkan namun harus diterima dengan lapang
dada.
Innalillah wainna ilaihi rajiuun. telah wafat bapak Prof. Dr. H.M. Idris Arief. M.Si pada jam 04.00 dini hari. disemayamkan di rumah duka.
Diam. . mulut terasa dikunci. Saya pun segera berkemas dan mengajak teman untuk melayat beliau.
Catatan ini hanyalah sepenggal kisah perkenalan penulis dengan beliau.
Perkenalan kami (saya dkk) dengan almarhum bisa dibilang tidak biasa.
kami berkenalan dalam sebuah ajang protes "demo" penolakan pungutan
selain spp. tepatnya sekitar tahun 2004an. ketika penulis masih menjabat
selaku ketua BEM FAKULTAS MIPA. Kata-kata beliau yang masih terekam
jelas dalam benak adalah
"saya suka ji kalau kau 'anu' sambil
menunjukku, caramu demo mau diskusi tidak seperti itu. . . . si anu yang
datang saja teriak-teriak baru pulang".
itulah momen pertama perkenalan saya dengan beliau yang masih menjabat REKTOR UNM.
Perkenalan berlanjut diberbagai forum kemahasiswaan. Khususnya program
kerja Traianing Advokasi Aliansi BEM SE-parang tambung
(Mipa-Teknik-Fbs), salah satu latar belakang program inilah adalah untuk
merajut kembali keakraban antara fak.Teknik dan Fak.Fbs yang baru saja
"merenggangkan persaudaraan" alias "tawuran". Kegiatan yang awalnya
dimediasi oleh BEM MIPA ketika itu mengundang BEM FT dan FBS untuk
merumuskan bersama program aliansi bem.se-partam.
Kegiatan
tersebut sangat di respon oleh beliau termasuk pendanaan kegiatan secara
keseluruhan. Target minimal tercapai beberapa pelaku tawuran di dua
fakultas dapat saling berbaur dan menyapa di lokasi training.
Dampak positif dari kegiatan tersebut saya dkk di Mipa dapat lebih mengenal kawan2 di Teknik (Jumair dkk), Inul dkk di FBS.
Keakraban kami dengan Almarhum "puang Derri" panggilan akrab beliau di
STIEM Bungaya, berlanjut setelah pelantikan BEM UNM 2005. Kabinet Alam
dkk kembali membangun BEM UNM dari reruntuhan 1 periode sebelumnya.
Tidak ada harta inventaris yang diwariskan. Sehingga Beliau melalui PR3
(Pak. Hamsu Gani) yang secara bertahap membantu kami membanahi keperluan
administratif dan kesekretariatan.
Karena keakraban dengan
beliau kami tidak pernah mengalami kendala dalam hal finansial. Meskipun
demikian gaya hidup kawan2 pengurus BEM UNM dan simpatisan yang sering
nongkrong di Sek. bem (Alfiil, Ismail Amin, Eva, Jalil, Lili, Adi
Tambur, La Ode, dll-Para Alumni Training Pendampingan Masyarakat) ketika
itu sangat sederhana, jauh dari "aji mumpung".
Walaupun cukup
akrab dengan birokrasi, namun api protes tetap menyala dan kami tidak
pernah dilarang protes oleh beliau. Salah puncaknya yang juga merupakan
kebesaran hati kawan2 pengurus BEM ketika itu untuk lebih menempuh
dialog dan penyelesaian internal adalah kasus seleksi PUML (Panitia
Ujian Masuk Lokal). Salah satu jalur penerimaan mahasiswa di UNM yang
diseleksi secara lokal (unm sendiri). Ceritanya seperti berikut.
BEM UNM dilibatkan dan di SKkan bersama civitas akademika selaku
pengawas ujian. Delegasi BEM perperan ganda selain selaku pengawas ujian
lokal, mereka juga berperan mengawasi kecurangan ujian versi Lembaga
Kemahasiswaan. Tepat jam 12 Ujian selesai dan semua delegasi bem rapat
di sekretariat (Ged.PKM lt.2 di Parang Tambung) temuannya sama. Banyak
kecurangan dalam proses seleksi, rapat sejenak dan langsung aksi di
depan rektorat. Awalnya aksi kami lancar dan rektor (almarhum) bersedia
menemui kami. Entah kenapa tiba2 kami diserang oleh "mahasiswa bayaran"
dan polisi. Kejar2an dan aksi serang tak terelakkan. Beberapa teman
termasuk saya kena pukulan polisi kampus. Berita menyebar bahwa anak2
bem diserang mahasiswa bayaran dari fakultas yang 99% pelajarannya
adalah Fisik. --sebut saja FPOK--
Keesokan harinya kawan2 di
Parang tambang (FT &FBS) menawarkan aksi balasan. FBS melakukan aksi
solidaritas dengan membawa keranda ke rektorat. sementara mahasiswa FT
(khususnya Mapatek) masih menunggu isyarat dari bem unm. Kami mengambil
langkah yang sedikit "soft" bertemu dengan pak Rektor (Almarhum) dan
membicarakan sejelas jelasnya duduk permasalahannya. Akhirnya kami bisa
memahami dengan syarat bahwa polisi yang ikut-ikutan menyerang saat aksi
mesti di Nonjobkan dari kampus.
Hal di atas hanya sekilas dari
perkenalan saya dkk selama di kampus unm. Kebaikan dan Semangat berbagi
senantiasa mewarnai keakraban kami. Walau, beliau tahu kami sering
memprotes kebijakannya. tak jarang setiap ketemu di jalan dan di forum
kemahasiswaan menyempatkan menyapa dan bercanda dengan kami bahkan
memberi sesuatu yang dapat kami nikmati langsung bersama teman2 di
kantin.
Satu hal lagi yang memotivasi saya belajar ekonomi
hingga kini adalah Setiap diskusi diruangannya selain bicara soal dunia
kemahasiswaan pasti saya meminta persfektif beliau tentang fenomena
kebangsaan yang terjadi. Hingga, Beliau pun meminjamkan bukunya yang
berjudul "GLOBALISASI ADALAH MITOS". Buku yang hampir 6 tahun saya
pinjam dan setiap ketemu selalu beliau tanyakan.
Sudah
selesaimi kau baca bukuku. . kabb******? kabb****** adalah salah ciri
khas bicara beliau. Setahu saya itu hanya diutarakan pada mahasiswa yang
diakrabinya. Dua tahun lalu buku tersebut saya kembalikan di rumahnya,
beliau menemuiku di ruang tamu dengan tertatih memakai tongkatnya
sepulang berobat dari singapura, saya pun memapahnya sampai di kursi dan
kami bincang-bincang hampir sejam.
Sebelum pensiun, kami pun
sering bincang-bincang dan beliau seringkali memotivasiku untuk lanjut
studi, dana jangan dijadikan hambatan, tuturnya. Dan, atas kebaikan hati
beliaulah saya bisa melanjutkan studi. Beliaulah yang memberi arahan
dan rekomendasi studi. Terima kasih banyak Prof. Terakhir kali kami
bincang2 di ruangannya di STIEM BUNGAYA, ketika saya mengantarkan hadiah
buku dari Pak Rhenald Kasali untuk beliau, buku yang saya peroleh
ketika mempunyai kesempatan belajar di Rumah Perubahan. Karena sejauh
yang saya ketahui, beliau masih rajin membaca dan menulis dan berbagi
apapun yang dimakannya. Masih teringat ketika kubawakan buku, beliau
menawarkan makanan di meja untuk dicicipi bersama. Ya Allah, semoga beliau dilapangkan tempat dan ditinggikan derajatnya. Selamat Jalan Bapak, Guru dan orang tua kami.
Wassalam. Makassar, 23062013
Special for Bapak H.M.Idris Arief (Almarhum). Syamsu Alam.
No comments:
Post a Comment